Rabu, 05 Februari 2014

"Tentang Seorang Perempuan II" karya Romli Burhani



dalam sajak ini, seorang perempuan
telah menyulam tangis. sakit yang rahasia
alam adalah peluru pada luka dijantungnya
lantas dengan segala dosa lama
dan musik jazz di sela-sela kota
sepi enggan pergi

ditubuhnya, doa jatuh
pada telapak tangan yang basah
sedang getar jarum jam hampir menjadi
dendam, kemudian kosong
waktu tak akan pergi sebelum
langit itu mati” bisiknya

lalu matanya yang hijau
memandang jauh ke seberang pulau

hidup tak hanya menunda kekalahan, ril!
ia berbisik lagi, entah pada siapa
maka jari-jari itu memungut kembali
kenangan dari sisa perjalanan yang belum

selesai. dalam sajak ini, seorang perempuan
telah jatuh pada angin
laut sebenarnya tak pernah mati
atau kekal barangkali
hanya waktu tak jua sampai ke tepi


2014

"Di Sebuah Cafe" Karya Romli Burhani



bahwa seorang
perempuan
datang kemudian
duduk
di beranda
sebuah cafe
menulis sajak
sesekali ia membuka
handphonenya kemudian
ia kembali
menuliskan malam
lalu ia tersenyum
memandang
barangkali
bangku-bangku kosong
ia menulis
pada tisu:
call me”  

tak ada siapapun

2014

"Lonceng" Puisi Romli Burhani



Bunyi lonceng pertama
Demi Qodrat dan
gugur kembang-kembang

Bunyi lonceng kedua
Aku melihat anak kecil
berlarian di kilau mataMu
-Tuhan
Sedang terik matari telah
tiba sebagai dosa

Bunyi lonceng ketiga
Perjalanan terbelah, nasib tumpah
dalam wirid kembara

Bunyi lonceng keempat
Kemudian angin mencipta
lelaki tua tanpa sandal
dikakinya
aku telah menemukan
pecahan gerimis
dimana segala mimpi sirna

Tak ada bunyi lagi,
Hanya kau yang tak sempat menemuiku
Sebab tiang-tiang telah lebih dulu tiba

2014